SOAL UANG SUAP KETOK PALU, TERDAKWA ERWAN MALIK AKUI TIDAK ADA PERINTAH LANGSUNG DARI ZUMI ZOLA GUBERNUR JAMBI

Kota Jambi : Zumi Zola Zulkifli, Gubernur Jambi akhirnya menepati janjinya untuk hadir sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap uang ketok palu pengesahan RAPBD provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 ,pada Rabu, 14/03 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Telanai Pura Kota Jambi.

Dari pantauan Indonesiasatu. Co dilapangan, pada persidangan kali ini terungkap fakta bahwa Zumi Zola selaku Gubernur tidak pernah memerintahkan kepada para terdakwa untuk menyuap atau memberikan sejumlah uang kepada anggota maupun para pimpinan DPRD provinsi Jambi guna memuluskan pengesahan RAPBD. Justru Zola dan terdakwa Erwan Malik sepakat tidak akan memenuhi permintaan uang ketuk palu tersebut sebelum terjadinya OTT oleh KPK RI pada Selasa 28 November 2017 lalu. 

Terkait tidak adanya perintah dan instruksi langsung dari Zumi Zola Gubernur Jambi kepada para terdakwa ini dibenarkan dan amini oleh terdakwa Erwan Malik dan terdakwa lainnya, menurut Erwan perintah langsung memang tidak ada.

"soal pemberian uang ketuk palu itu, perintah langsung dari Bapak kepada saya memang tidak ada.. ", kata terdakwa Erwan Malik menjelaskan. 

Kemudian Zumi Zola Gubernur jambi, bahkan mengaku sangat kaget dan terkejut ketika mendapat informasi adanya peristiwa OTT tersebut. Menurutnya, ia tidak menyangka sama sekali hal itu akan terjadi,  karena sebelumnya dia sudah sepakat dengan terdakwa Erwan Malaik tidak akan memenuhi permintaan Dewan tentang uang ketok palu tersebut. 

"saya sangat kaget dan sangat terkejut sekali... Begitu dapat kabar ada peristiwa OTT saya langsung telpon pak Sekda (Erwan)... saya katakan, ada apa ini pak.... Kenapa bisa begini pak... Kenapa ini terjadi pak.... ", tanya Zola ketika itu. 

Lalu, dijawab oleh terdakwa Erwan Malik saat itu, "tenang pak... Bapak tidak terlibat pak,  bapak tidak terlibat pak..... ", terang Zola menirukan.

Selain itu,  terungkap juga fakta bahwa Zumi Zola mengetahui adanya permintaan uang ketuk palu tersebut berdasarkan laporan dari terdakwa Erwan Malik. Ini disampaikan Zola saat menjawab pertanyakan Jaksa Penuntut Umum,

" dari mana saudara saksi mengetahui ada permintaan uang ketuk palu oleh dewan...", tanya JPU Febi.

Lantas dijawab Zola,  "saya tahunya ada permintaan uang tsb dari laporan pak Erwan, tapi ketika itu kami berdua sepakat untuk tidak memenuhinya..  " jawabnya kepada majelis hakim menjelaskan.

Sementara itu saksi pada persidangan sebelumnya Cornelis Buston dan Chumaidi Zaidi (ketua dan wakil ketua DPRD prov Jambi) yang berasal dari fraksi partai Demokrat dan PDIP  mengungkapkan dan mengakui dihadapan majelis hakim, bahwa inisiatif UANG SUAP KETUK PALU tersebut memang berasal dari anggota dewan.

Selanjutnya, sebelum persidangan ditutup majelis hakim yang diketuai oleh Badrun Zaini menyampaikan kepada para pihak bahwa agenda persidangan berikutnya (rabu, 21/03/18) mendatang adalah pemeriksaan terdakwa. (Amrizal) 

Index Berita